Jenis 2 Sertifikat Rumah Yang Perlu Anda Ketahui Sebelum Membeli Rumah

Jenis 2 Sertifikat Rumah Yang Perlu Anda Ketahui Sebelum Membeli Rumah

Sertifikat Rumah – Anda akan membeli rumah? sebelum itu, anda harus mengetahui apa saja sih sertifikat yang penting dan wajib anda ketahui sebelum membeli rumah? Karena sebuah dokumen kepemilikan sangatlah penting, apalagi jika akan berpindah pengalihan. Tidak sedikit juga orang yang berniat memalsukan dokumen penting demi kepentingan pribadinya, hal itu membuktikan jika hendak membeli sebuah properti haruslah memperhatikan sertifikat yang ada. Nah kali ini kita akan membahas tentang 2 jenis sertifikat yang penting untuk anda ketahui.

1. Sertifikat Hak Milik

Yang pertama adalah SHM yang merupakan singkatan dari Sertifikat Hak Milik. SHM ini merupakan sertifikat yang paling penting dan berpengaruh. SHM adalah bukti kuat atas kepemilikan tanah dan juga propertinya. Yang artinya, tidak ada yang bisa mengaku hak milik tanah atau properti jika sudah memiliki SHM, karena kepemilikan disertai SHM ini sangat berpengaruh dalam hukum. 

SHM tidak akan berguna jika tanah atau properti diambil oleh negara atau tanah itu sudah musnah. Sertifikat yang memiliki sifat turun temurun ini dapat dijual dan dipindahtangankan, juga dapat berfungsi sebagai jaminan kredit atau pinjaman. SHM ini tidak mengenal batas waktu yang berlaku.

2. Sertifikat Hak Guna Bangunan

Yang kedua adalah sertifikat HGB, sertifikat yang memperbolehkan seseorang mendirikan dan juga menggunakan bangunan dalam jangka waktu tertentu, biasanya sekitar 30 tahun, setelah itu pemilik masih bisa memperpanjang hingga 20 tahun lamanya. Jika SHGB bisa diperpanjang, SHGB juga bisa diakhiri sebelum waktunya karena suatu hal. Seperti yang termuat dalam UU Nomor 5 tahun 1960 yaitu jika ada suatu syarat yang tidak dipenuhi, pembatalan SHGB yang bertujuan untuk kepentingan umum, bangunan musnah, bangunan ditelantarkan, tidak berlaku jika dipindahtangankan sebelum waktunya berakhir dan lain-lain. 

Kewenangan yang diberikan oleh pemerintah ini tidak bisa digunakan secara bebas, yang artinya harus ada izin ketika hendak melakukan sesuatu pada bangunan tersebut. Berbeda dengan SHM yang hanya bisa dimiliki oleh WNI (Warga Negara Indonesia), HGB bisa dimiliki oleh WNA (Warga Negara Asing).

Jika sudah mengetahui pengertian dari masing-masing sertifikat bangunan, maka dari itu, sebelum membeli bangunan dan propertinya, kenali dulu sifat bangunan  dengan sertifikatnya. Apakah sudah mendapat SHM atau kah masih berstatus sebagai SHGB. Jangan sampai tertipu dan keliru, sehingga menyebabkan kerugian yang besar.

Apakah bangunan yang masih berstatus sertifikat SHGB bisa berubah menjadi SHM? tentu saja bisa, namun tetap memilik syarat-syarat tertentu. Anda bisa melakukan pengubahan SHGB menjadi SHM di kantor pertanahan yang berada di wilayah tempat lokasi lahan tersebut.

Baca Juga: Apa itu AJB, SHM dalam jual beli tanah

Nah, itulah 2 jenis sertifikat yang wajib anda ketahui sebelum membeli tanah dan bangunan.

Leave a Reply