Potensi Hunian di Parung Panjang Bogor

Potensi Hunian di Parung Panjang Bogor

Potensi Hunian di Parung Panjang BogorBerbicara tentang lokasi hunian di sekitar ibu kota, BSD City masih menjadi pilihan banyak orang.

Meski tak jauh dari BSD City, ada kawasan yang menawarkan beragam pilihan hunian terjangkau, yakni Parung Panjang.

Ya, salah satu kecamatan di Bogor Barat ini mengalami perubahan signifikan, termasuk percepatan pembangunan infrastruktur jalan tol.

Perkembangan tersebut membuat Parung Panjang tidak bisa dipandang sebelah mata, belum lagi masuknya developer ternama di daerah ini yang menghadirkan beberapa proyek menarik, sehingga layak untuk dipertimbangkan.

Bagi Anda yang berencana tinggal di Parung Panjang, agar lebih percaya diri, sebaiknya pertimbangkan beberapa alasan menarik untuk membeli rumah di kawasan tersebut.

Perkembangan Fasilitas Publik

Meski tidak memiliki fasilitas perbelanjaan modern seperti mall, bukan berarti Anda akan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Seperti halnya stasiun, Pasar Parung Panjang merupakan pasar besar yang menjual berbagai kebutuhan pokok. Namun, jika Anda ingin mencari supermarket ukuran penuh lainnya, Anda bisa pergi ke BSD City yang jaraknya hanya 5-30 menit.

Untuk pelayanan kesehatan, Parung Panjang dikelilingi oleh puskesmas, klinik dan pelayanan kesehatan 24 jam. Tidak ada rumah sakit besar di daerah ini.

Namun, pemerintah daerah merencanakan banyak pembangunan fasilitas yang akan mendukung kegiatan masyarakat. Selain itu, perkembangan perumahan yang pesat akan menarik banyak investor untuk berinvestasi di kawasan tersebut.

Perkembangan Pembangunan Infrastruktur

Laju pembangunan infrastruktur di Parung Panjang bisa dibilang sangat cepat. Belum lagi rencana proyek lain yang sedang dipersiapkan. Infrastruktur yang saat ini sedang dibangun adalah tol Serpong-Balaraja yang akan melewati Parung Panjang.

Berdasarkan informasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), pembangunan direncanakan pada 2024. Jalan tol Serpong-Balaraja terdiri dari tiga seksi, yakni BSD-Legok, Legok-Tigaraksa Selatan dan Tigaraksa Selatan-Balaraja.

Tol ini akan terkoneksi dengan jalan tol lainnya yaitu Tol Serpong-Ulujami yang juga terhubung dengan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) 1 dan JORR 2.

Sementara itu, Pemprov Jabar akan membangun jalan tol khusus tambang untuk mengatasi masalah jalan tol Parung Panjang yang rusak parah akibat banyaknya truk tambang yang melintasi kawasan itu, mulai Maret 2022.

Proyek tol pertambangan yang direncanakan merupakan bagian dari +31.117 km Bogor-Serpong melalui jalan tol Parung.

Tentunya keberadaan semua ruas tol tersebut akan meningkatkan pamor kawasan Parung Panjang dengan nilai investasi yang menguntungkan.

Lingkungan Masih Terjaga

Dibandingkan dengan ibu kota yang sibuk, kawasan Parung Panjang dinilai sebagai kawasan hijau yang masih dilindungi.

Selain itu, ada banyak tempat wisata yang memamerkan keindahan alam, di antaranya Wisata Alam Gunung Dago seluas 10 hektar.

Hal ini juga didukung dengan adanya rumah-rumah yang sengaja meninggalkan permukaan tanah untuk dijadikan ruang terbuka hijau, agar penghuni bisa mendapatkan udara yang bersih dan sehat.

Sedangkan untuk rumah dengan ruang terbuka hijau, contohnya adalah Serpong Garden Village dan The River. Pada kawasan pengembangan, ciptakan suasana lingkungan yang baik melalui penanaman pohon peneduh di setiap unit rumah.

Akses KRL

Sejak awal, keberadaan stasiun Parung Panjang sangat penting karena terletak di tengah Jakarta dan Merak. Dan kini stasiun ini menjadi transportasi andalan warga Parung Panjang untuk mencapai pusat kota Jakarta atau kawasan Maja.

Untuk rutenya sendiri, dari Stasiun Parung Panjang menuju Stasiun Tanah Abang, melewati berbagai pusat kota seperti BSD – Serpong, Bintaro, Cipulir, Kebayoran, Palmerah, hingga Jakarta Pusat.

Waktu tempuh dari Stasiun Tanah Abang ke Parung Panjang atau sebaliknya sekitar 40 menit. Setelah renovasi besar-besaran, stasiun ini memiliki 4 peron aktif dengan elevator.

Harga Relatif Murah

Poin terakhir mengapa Anda harus memilih di Parung Panjang adalah karena harga rumah yang ditawarkan masih tergolong murah.

Harga rumah dijual di Parung Panjang masih Rp. 200 juta hingga Rp. 600 juta. Belum banyak pengembang yang bergabung dan masih banyaknya lahan kosong yang tersedia mempengaruhi harga rumah di kawasan ini.

Selain itu, ini bisa menjadi peluang emas bagi Anda yang ingin mulai berinvestasi di bidang real estate. Karena dipastikan, setelah selesainya proyek tol, semua harga rumah akan naik signifikan.

Leave a Reply