Konsep Transit Oriented Development (TOD)Dalam perkembangan kawasan perkotaan, fasilitas transit antar moda dan kawasan transit tidak dapat dipisahkan. Sarana transit intermoda sendiri merupakan kawasan yang dibangun dari berbagai sarana transportasi dengan harapan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat umum. 

Daerah di sekitar titik transit merupakan daerah yang potensial untuk pengembangan suatu daerah. Hal ini disebabkan kemudahan akses yang ditawarkan dengan adanya fasilitas transit di kawasan Transit Oriented Development (TOD).

Transit oriented development (TOD) merupakan pola pembangunan perkotaan yang mengintegrasikan sistem transportasi untuk mewujudkan kota yang efisien. Konsep Transit Oriented Development (TOD) bertujuan untuk memberikan alternatif dan pemecahan masalah bagi pertumbuhan metropolitan yang cenderung memiliki pola pembangunan yang berorientasi. 

Konsep Transit Oriented Development Area (TOD) mengintegrasikan jaringan transit secara regional dan melengkapi strategi pengembangan lingkungan di sekitar simpul transit. Kawasan Transit Oriented Development (TOD) menggabungkan penggunaan lahan pemukiman, perdagangan, jasa, perkantoran, ruang terbuka, dan ruang publik untuk memudahkan orang dan pengguna bepergian dengan berjalan kaki, sepeda atau angkutan umum lainnya.

Berikut adalah beberapa keuntungan mengembangkan kota dengan konsep Transit Oriented Development Area (TOD):

-Mengurangi jumlah pengguna kendaraan pribadi untuk menghindari kemacetan, polusi udara, dan emisi gas rumah kaca.

-Peningkatan lalu lintas angkutan penumpang dan pendapatan daerah dari tarif angkutan.

-Meningkatkan mobilitas dengan mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi dan dengan demikian mengurangi biaya transportasi.

-Meningkatkan akses lapangan kerja dan memberikan kesempatan ekonomi bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

-Membuat komunitas pejalan kaki untuk mengakomodasi orang-orang yang hidup lebih sehat dan lebih aktif.

Contoh negara yang berhasil menerapkan konsep kawasan Transit Oriented Development (TOD) adalah Singapura. 

Keberhasilan penerapan konsep kawasan Transit Oriented Development (TOD) telah banyak menguntungkan warga Singapura dengan sarana dan prasarana khususnya transportasi massal yang terintegrasi dengan rumah dan tempat beraktivitas sehari-hari. 

Konsep Transit Oriented Development (TOD) memungkinkan masyarakat memusatkan aktivitas kesehariannya di sekitar stasiun transit atau setidaknya masih berada di koridor transit.

Pemerintah, perencana kota dan pemangku kepentingan lainnya di Indonesia harus menerapkan prinsip Transit Oriented Development (TOD) di daerah transit. Namun, ada dua kunci yang harus diperhatikan dalam penerapan konsep Transit Oriented Development (TOD) di Indonesia, yaitu:

  1. Perlunya mendukung sistem transit berkapasitas tinggi dengan rute yang memadai dengan cakupan wilayah dan jalur yang relatif pendek yang dapat mendorong pengembangan lingkungan di sekitar hub transit.
  2. Kebutuhan untuk menciptakan lingkungan yang ramah bagi transportasi tidak bermotor.

Penerapan konsep Transit Oriented Development (TOD) di Indonesia diharapkan dapat menciptakan kawasan transit yang nyaman dan memberikan kemudahan bagi pengguna untuk melakukan berbagai aktivitas sehari-hari serta menciptakan tata kota yang lebih baik.

Categories: Blog

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hubungi Kami?