Kredit Kepemilikan Rumah atau KPR menjadi salah satu solusi untuk meringankan beban biaya saat pembelian rumah, termasuk rumah bekas. Meski demikian, uang muka sering menjadi masalah ketika orang akan membeli rumah karena memang harganya cukup tinggi. Sebenarnya bisakah KPR rumah bekas dilakukan tanpa DP? Simak di sini.

Cara Mengajukan KPR Rumah Bekas

Cara yang bisa Anda lakukan untuk mengajukan KPR rumah bekas adalah sebagai berikut.

 

  • Tentukan Rumah yang Ingin Dibeli

 

Langkah pertama tentu Anda harus sudah tahu rumah seperti apa yang ingin dibeli. Anda bisa melakukan survei ke berbagai situs properti untuk memudahkan pencarian. Saat ini ada banyak situs properti yang bisa Anda manfaatkan untuk itu.

 

  • Menghubungi Pemilik Rumah

 

Kalau rumah yang ingin dibeli sudah ditemukan, Anda perlu menghubungi pemilik untuk melakukan kesepakatan. Dalam proses ini, Anda juga bisa sekaligus menawar hargar rumah tersebut.

 

  • Memilih Penyedia KPR yang Sesuai

 

Ada berbagai bank yang sudah menyediakan skema KPR dan DP yang berbeda. Anda bisa memilih bank yang skema KPR-nya paling sesuai dengan kemampuan finansial Anda. Untuk memperoleh harga cicilan lebih murah, pilihlah bank yang menawarkan KPR dengan bunga rendah.

Jangan lupa untuk mempersiapkan dokumen yang menjadi syarat pengajuan KPR rumah bekas, yaitu: KK, KTP, NPWP, surat nikah, slip gaji 3 bulan terakhir, surat keterangan kerja, dan rekening tabungan 3 bulan terakhir.

 

  • Memasuki Proses Penilaian

 

Setelah semua dokumen lengkap, selanjutnya bank akan melakukan proses penilaian terkait kelayakan dan kesanggupan Anda dalam melunasi cicilan. Proses penilaian ini biasanya dilakukan dengan cara BI Checking. Maksudnya, dengan mengecek kondisi keuangan dan riwayat kredit sebelumnya.

Komponen lain, seperti harga rumah juga termasuk di sini. Biasanya pihak bank akan melakukan survei secara langsung untuk menilai estimasi harga rumah tersebut. Proses penilaian harga rumah ini nantinya akan menjadi penentu plafon pinjaman yang akan diberikan bank kepada Anda.

 

  • Mengurus Surat Perjanjian Kredit (SPK)

 

Di dalam Surat Perjanjian Kredit atau SPK terdapat ketentuan terkait kredit dan memiliki kekuatan hukum yang kuat. Beberapa poin yang harus diperhatikan dalam SPK adalah:

  • Suku bunga yang ditetapkan
  • Biaya appraisal
  • Biaya lain-lain, misalnya administrasi, asuransi, pajak dan lainnya
  • Ketentuan pinalti atau denda
  • Penentuan notaris yang akan menangani semua dokumen yang diperlukan

 

  • Melakukan Tanda Tangan Akad

 

Jika proses di atas sudah selesai, Anda bisa melakukan tanda tangan akad rumah tersebut. Untuk proses akad ini melibatkan notaris dan dihadiri oleh pihak-pihak terkait, yaitu pembeli, penjual, dan pihak bank. Namun ada hal yang harus diurus untuk sebelum Anda menyelesaikan akad sebagai pembeli. Hal-hal tersebut adalah:

  • Melunasi biaya KPR dan jasa notaris
  • Menyerahkan dokumen yang dibutuhkan, yaitu KTP, KK, NPWP, IMB, sertifikat rumah, dan PBB
  • Menunggu notaris melakukan pengecekan terkait keabsahan dokumen
  • Membawa pasangan jika sudah menikah

Selain itu, Anda tentu harus hadir saat akan dilakukan. Simak setiap hak dan kewajiban masing-masing pihak, agar nantinya tidak terjadi kesalahpahaman.

Demikian enam cara yang bisa Anda tempuh untuk mengajukan KPR rumah bekas. Selamat mencoba.

Jangan lupa untuk kunjungi perumahan kami yang sangat terjangkau harganya, saat ini sedang ada promo DP suka-suka dapat dicicil. Dan pembayaran bisa melalui KPR. Hubungi Marketing kami disini, atau melalui Whatsapp yang tertera di Halaman Utama.