Anda tentu sudah tahu bahwa harga properti, terlebih yang berada di kota besar, sangatlah tinggi. Tidak semua orang mampu membelinya secara tunai ataupun kredit. Namun saat ini ada solusi untuk hal tersebut, yakni membeli rumah secara over kredit. Kalau Anda merencanakan membeli rumah over kredit, coba baca ini dulu.

Tata Cara, Kelebihan, serta Kekurangan Over Kredit

Saat ini dikenal 2 cara over kredit rumah, yaitu over kredit langsung melalui bank dan over hak atas tanah yang dilakukan di hadapan notaris.

1. Over kredit melalui bank

Untuk melakukan over kredit langsung melalui bank atau yang disebut alih debitur, kedua pihak tentunya harus datang langsung ke customer service bank terkait. Di CS bank dilakukan pengajuan permohonan ambil kredit dari pembeli menggantikan posisi debitur lama. Setelah pihak bank menyetujui, akan ada penanda-tanganan perjanjian kredit baru, akta jual beli, dan pengikatan jaminan atas nama pembeli.

Over kredit langsung melalui bank tentu memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan dari proses ini adalah sertifikat rumah bisa langsung balik nama sesuai nama debitur baru/pembeli, walaupun pengambilan baru bisa dilakukan setelah pelunasan. Selain itu, debitur baru bisa mencicil ke bank atas namanya sendiri.

Sedangkan kelemahan over kredit melalui bank adalah sebagai berikut.

  • Proses pengajuan sebagai debitur baru terbilang lebih rumit dibandingkan pengajuan KPR
  • Waktu lebih lama karena harus analis kredit harus dilakukan oleh bank
  • Pengajuan pergantian debitur bisa saja ditolak
  • Proses alih debitur relatif mahal.

 

2. Over hak atas tanah melalui notaris

Berikutnya adalah over kredit rumah melalui pengoveran hak atas tanah melalui notaris. Kalau Anda ingin memperoleh rumah over kredit dengan cara kedua ini, berikut selengkapnya.

Kedua pihak, baik penjual dan pembeli, mendatangi notaris dengan membawa kelengkapan berkas. Melalui notaris, dibuatlah akta jual beli atas pengalihan hak atas tanah dan bangunan, surat kuasa untuk melunasi sisa angsuran, serta pengambilan sertifikat.

Pihak penjual membuat surat pemberitahuan tentang peralihan hak atas tanah yang ditanda-tangani dan menyerahkannya ke bank. Selain itu, perlu dibuat salinan atas akta-akta, dan kedua pihak menyampaikan akta itu kepada bank.

Kelebihan cara ini adalah prosesnya lebih cepat dan mudah, dengan biaya relatif lebih murah dibandingkan cara pertama. Sedangkan kelemahannya adalah:

  • Sertifikat rumah masih atas nama penjual dan menjadi jaminan di bank
  • Angsuran masih atas nama penjual

Kalau Anda melakukan over kredit dengan cara kedua, pastikan pihak bank mengetahuinya, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Dokumen yang Perlu Disiapkan

Sebelum melakukan proses over kredit rumah, pastikan Anda sudah menyiapkan dokumen di bawah ini.

  • Data objek jual beli
  • Data penjual dan pembeli
  • Fotokopi perjanjian kredit dan surat penegasan perolehan kredit
  • Fotokopi IMB 
  • Fotokopi SPPT PBB 5 tahun terakhir dengan bukti lunas
  • Fotokopi sertifikat yang berisi stempel pihak bank bahwa tanah dan bangunan tersebut dijaminkan pada bank
  • Bukti pembayaran angsuran terakhir sebelum over kredit
  • Buku tabungan yang dipakai dalam pembayaran angsuran
  • Fotokopi kartu identitas, KK, akta nikah, Keterangan WNI untuk WNI keturunan

Sekarang sudah mengerti kan cara memperoleh rumah over kredit? Semoga ulasan ini membantu Anda.