Perkembangan Properti di Indonesia – Tahun 2020 diprediksi bisa menjadi tahun yang baik untuk pasar properti Indonesia. Apalagi pemerintah sudah mengeluarkan beberapa kebijakan yang diharapkan bisa berdampak positif dan menggairahkan sektor properti Indonesia.

Beberapa kebijakan yang diyakini akan membawa dampak positif terhadap sektor properti antara lain adalah relaksasi Loan to Value (LTV) properti sebesar 5 persen dan penerbitan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.86/PMK.010/2019 yaitu kelompok hunian mewah yang nilainya di bawah Rp30 miliar bebas dari pengenaan PPnBM (Pajak Penjualan Atas Barang Mewah).

Perkembangan sektor properti juga didukung oleh rendahnya bunga untuk KPR (Kredit Pemilikan Rumah). Selain itu, munculnya strategi diskon yang akan membuat customer tergiur. Apalagi semakin bertambahnya penawaran dari developer perumahan yang akan membantu peningkatan di sektor properti di Indonesia. 

perkembangan properti di indonesia

Namun kemunculan wabah pandemi Covid-19 di Indonesia yang dikonfirmasi pada bulan Maret 2020 membuat prediksi itu kembali dinyatakan mengalami kemunduran termasuk daya beli masyarakat terhadap rumah subsidi Tangerang dan yang lainnya di Indonesia. Bukan hanya properti di Indonesia, namun juga menyangkut properti global. Pandemi ini membuat hampir seluruh sektor bisnis mengalami kemunduran. 

Persentase penurunan yang cukup tinggi yang diakibatkan turunnya permintaan, dan gagalnya proyek besar pada sektor properti. Bahkan penurunan sektor lain pun ikut menyebabkan perkembangan properti di Indonesia semakin mengkhawatirkan. 

Meskipun demikian, permintaan masih ada dan proyek masih dilakukan selama tidak ada pembatalan. Bahkan bisnis properti masih memiliki harapan untuk bangkit di masa new normal ini. 

Pemerintah pun tidak tinggal diam dalam meningkatkan sistem ekonomi di Indonesia, termasuk mengatur strategi agar semua sektor bisnis kembali normal. Lalu bagaimana dengan strategi bisnis dalam bidang properti?

Kebijakan pemerintah dalam peraturan menetapkan masyarakat untuk melakukan aktivitas dirumah saja, dapat menjadi peluang bagi sektor properti untuk meningkatkan kembali penurunan bisnis dan menciptakan peluang untuk mewujudkan prediksi bangkitnya bisnis properti di tahun ini. Sekalipun berada ditengah-tengah pandemi. 

perkembangan properti di indonesia

Sebelum pandemi ini hadir, sebagian masyarakat berpikir jika rumah belum masuk ke dalam daftar penting kebutuhannya. Mereka masih menganggap kontrakan lebih baik dari pada membeli rumah yang belum terjangkau harganya. 

Namun setelah peraturan untuk tetap tinggal di rumah saja selain memiliki kepentingan, membuat masyarakat sadar jika rumah adalah hal yang penting yang harus dimiliki. 

Karena pandemi ini juga, pemerintah membuat kebijakan baru dan mengeluarkan dana besar dengan tujuan untuk mempermudah masyarakat dalam membeli rumah. Sehingga harga yang ditawarkan pelaku bisnis properti pun menurun, promo besar-besaran ini akan menguntungkan bagi para pelaku bisnis properti. 

Siapa sih yang tidak tergiur dengan harga yang fantastis dan mungkin tidak akan didapatkan lagi di lain kesempatan. Dengan demikian, tidak menutup kemungkinan, bisnis properti akan meningkat dan terus berkembang seiring berjalannya waktu.