Developer Perumahan – Ada keraguan di benak anda ketika akan memilih developer perumahan? Ya, semua orang pasti merasakan hal itu. Namun, jangan jadikan keraguan itu sebagai penghenti niat anda untuk membeli rumah di developer. Tidak semua developer tidak bisa dipercaya, anda hanya perlu memilih dengan cermat developer perumahan yang amanah dan terpercaya.

Jangan tertipu dengan iming-iming biaya murah, meskipun harganya lumayan, lebih baik memilih developer perumahan yang berkualitas kan?

Lalu, bagaimana sih cara agar terhindar dari penipuan developer bodong? 

Jika anda memiliki kenalan yang memiliki pengalaman membeli rumah pada developer, maka akan lebih mudah jika bertanya kepada orang tersebut, jika masih ragu, simak tips-tips dibawah ini.

1. Cari developer di internet

Jika menemui developer langsung saja masih terbesit keraguan dan ketakutan akan penipuan, lantas mengapa harus mencari di internet yang bahkan tidak pernah ditemui sebelumnya?

Mudah saja, developer yang asli dan memiliki reputasi yang baik di jaman sekarang pasti bermain dengan situs website. Karena dengan demikian, developer akan lebih mudah dan cepat mendapatkan client. 

Anda bisa melihat reputasi developer dengan testimoni yang bisa dipercaya, dan sejumlah bukti yang benar adanya. Biasanya developer akan menyimpan bukti-bukti terpercaya pada website yang mereka miliki.

Atau, anda juga dapat mencari developer secara manual, dengan mendatangi kantor kemudian melihat sendiri reputasi yang dimiliki oleh developer tersebut.

Bagaimana sih cara mengenali developer tersebut memiliki reputasi yang baik atau tidak? Anda hanya perlu mencari tahu bank yang bekerja sama dengan developer tersebut. Karena bank tidak mungkin bekerja sama dengan developer sembarangan.

2. Perhatikan sertifikat dan status tanah

Setelah anda menemukan developer yang membuat anda cocok, langkah selanjutnya adalah memperhatikan sertifikat sebelum membeli rumah. Sertifikat apa yang harus diperhatikan? Yaitu sertifikat perjanjian sebagai tanda pengikat bahwa properti akan dijual kepada anda, yang disebut PPJB (perjanjian pengikatan jual beli). Yang artinya properti masih atas nama developer.

Dalam hal ini, anda harus aktif bertanya kepada developer kapankah sertifikat dipindah namakan atas nama anda.

Selain sertifikat, anda juga harus mengetahui status tanah yang ditawarkan oleh developer. Tanah seharusnya berstatus HGB (hak guna bangunan) yang artinya ada di dalam ruang lingkup legalitas.

3. Perhatikan persetujuan KPR

Jika bank belum menyetujui KPR (kredit pemilikan rumah), jangan membayar DP apapun kepada developer. Karena hal itu bisa menyelamatkan anda dari penipuan developer bodong yang menginginkan keuntungan tanpa mempertanggung jawabkan nya.

4. Segera mengurus sertifikat setelah rumah jadi

Sebelum rumah jadi, anda hanya mendapat sertifikat PPJB, namun anda harus segera mengubah statusnya menjadi AJB (akta jual beli) setelah pembangunan rumah selesai. Barulah setelah itu, anda dapat mengubah sertifikat langsung menjadi SHM (sertifikat hak milik). Dengan begitu, tidak akan ada yang dapat mengganggu gugat tanah dan bangunan anda.

Nah itulah tips-tips menghindari penipuan developer yang tidak bertanggung jawab. Jika anda ingin developer yang lebih amanah dan terpercaya, greenparadise.id siap melayani anda.