Harga rumah yang semakin mahal membuat opsi pembayaran menggunakan kredit pemilikan rumah (KPR) kerap dipilih oleh banyak orang. Dengan sistem KPR, lembaga keuangan yaitu bank akan memberikan pinjaman hingga 90% dari harga rumah. Rumah yang akan dibeli nantinya menjadi jaminan bagi bank. Kamu sebagai pembeli harus membayar cicilan dengan tenor yang sudah disepakati di awal.

Memang, membeli rumah dengan skema pembayaran KPR sangat membantu. Namun sayangnya, tak semua orang bisa dengan mudah lolos KPR. Tak sedikit yang ditolak pengajuan KPR-nya karena sejumlah hal. Karena tak lolos BI Checking, karena DP yang kurang, atau karena tak sesuai batas usia. Bukan hanya itu, ternyata selain alasan-alasan umum tersebut, ada juga alasan-alasan yang terkesan “sepele”, tapi bisa membuat pengajuan KPR ditolak bank. Buat kamu yang mau mengajukan KPR, sebaiknya perhatikan hal-hal berikut ini!

Rumah hanya bisa dilalui motor

Salah satu pertimbangan bank ketika memberikan KPR adalah lokasi rumah. Bank biasanya memberi syarat KPR berupa lebar jalan di sekitar rumah. Lebar jalan minimal sebesar 3 meter dan bisa dilalui dua mobil. Bank biasanya mempertimbangkan peluang jual kembali jika debitur mengalami gagal bayar. Dengan lokasi yang tidak ideal, tentu peluang rumah tersebut untuk terjual kembali menjadi lebih kecil.

Lokasi berdekatan dengan rumah ibadah

Mungkin kamu akan senang membeli rumah yang berdekatan dengan rumah ibadah karena bisa membuatmu terpicu untuk lebih rajin beribadah. Tapi jika kamu membelinya secara KPR, sebaiknya hindari hal ini. Sebab, tak semua orang menyukai rumah yang terlalu dekat dengan masjid. Jika kamu mengalami gagal bayar, bank pasti memikirkan peluang untuk dijual kembali rumah tersebut, sehingga memikirkan preferensi banyak orang.

Rumah terletak di posisi tusuk sate

Rumah tusuk sate adalah yang posisinya terletak di tengah jalur pertigaan sebuah jalanan. Banyak orang yang enggan memilih rumah ini karena menurut mitos, posisi rumah tersebut membawa sial untuk penghuninya. Namun jika dilihat dari penjelasan ilmiah, rumah tusuk sate juga membahayakan. Inilah yang membuat bank kerap enggan memberikan dana untuk pengajuan KPR rumah tusuk sate.

Cicilan lebih dari 30% gaji

Tiap bank mempunyai kebijakan masing-masing dalam penghasilan bulanan pengajuan KPR. Biasanya untuk mengajukan KPR, perhitungannya adalah cicilan KPR tak lebih dari 30% penghasilan bulanan. Lebih dari itu, calon debitur bisa dianggap lebih berisiko untuk mengalami gagal bayar. Inilah kenapa kamu harus mencari rumah yang sesuai dengan kemampuan.

Status pekerjaan masih kontrak

Status pekerjaan juga menjadi faktor yang sangat diperhatikan oleh bank. Biasanya, status karyawan kontrak atau pegawai tidak tetap membuat bank cukup ragu untuk memberikan pinjaman. Sebab, risiko gagal bayar atau kredit macet cenderung lebih besar.

Itu dia 5 hal yang kelihatannya sepele, namun ternyata bisa membuat pengajuan KPR ditolak bank. Tentu saja, belum tentu semua yang mengalami 5 hal di atas akan langsung ditolak pengajuannya. Seperti masalah status pekerjaan misalnya, bisa saja pengajuan diterima lantaran penghasilanmu dianggap ideal untuk memiliki cicilan rumah. Sebisa mungkin hindari 5 hal tersebut, tapi jika tak bisa dihindari, bukan berarti harapan untuk punya rumah sendiri pupus begitu saja!

Sumber : Rumah123.com